Minggu, 17 April 2022

Untuk Yang Mau Belajar pada Luka

LIMA belas cerpen dalam kumpulan ini bertutur tentang hal-hal sederhana yang acap terlupakan dalam kehidupan manusia. Cerita-cerita tentang pergulatan manusia yang sebenarnya bisa terjadi di belahan Bumi mana pun. Mengungkapkan banyak hal yang tak terlihat oleh mata. Dari motif suatu tindakan berikut akibatnya hingga gejolak pikir dan rasa “dunia dalam”. Tokoh utama lebih berkonflik dengan diri sendiri daripada dengan tokoh lain di sekitarnya. 

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 132 halaman. Bookpaper 72 gram. Harga: Rp 75.000.

Senin, 14 Maret 2022

Tiga Lapisan Proses

KUMPULAN puisi ini terbagi dalam tiga lapisan. Yang pertama, “tidurlah…”, tentang beragam hal yang menyangkut “kehidupan berbangsa dan bernegara”. Puisi-puisi yang mengekspresikan gejolak diri si penyair ketika berhadapan dengan kondisi sosial-politik yang melingkupinya.

Yang kedua, “jangan…”, tentang beraneka hal yang berkaitan dengan “kehidupan bercinta dan berumah tangga”. Puisi-puisi yang menggambarkan relasi serta suasana batin si penyair ketika berhadapan dengan kekasih hatinya.

Yang ketiga, “berikan…”, tentang bermacam hal yang bersentuhan dengan “kehidupan beriman dan berlaku-nyata”. Puisi-puisi yang merefleksikan kegelisahan dan perjalanan si penyair ketika berhadapan dengan penciptanya.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13 x 19 cm. Tebal: 124 halaman. Bookpaper 72 gram. Harga: Rp 65.000.

Minggu, 13 Maret 2022

Cetak Ulang: Lebih Fresh!

Cetakan pertama tahun 2017. Setelah habis, setiap tahun ada saja yang menanyakan, kapan cetak ulang. Akhirnya, demi memenuhi keingintahuan yang belum memiliki dan membaca, cetak lagi Maret 2020 dengan sampul baru yang lebih fresh.

Catatan harian tentang keluarga, tentang hal-hal remeh dalam keseharian namun sarat makna. Itulah sebabnya menjadi
istimewa.

Dalam buku ini, si Bapak “berbagi cerita berbagi hati”: beragam kisah yang bermuara pada kesimpulan bahwa kegembiraan, kebahagiaan, tak boleh menunggu di luar.

Perempuan/istri perlu baca agar tahu tentang (pikiran) lelaki/suami. Anak perlu baca agar tahu tentang (perasaan)  bapak. Laki-laki/suami/bapak perlu baca juga agar segala pikiran dan perasaan yang selama ini terpendam,
tersalurkan.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 392 halaman. Kertas isi: 57 gram. Harga: Rp 175.000.

Sabtu, 22 Mei 2021

"Mutiara" di Balik Gambar

Sebagai karya kreatif, film adalah cermin yang merefleksikan (nilai-nilai) kehidupan. Karena itu, di luar sisi hiburan, kita bisa memetik apa pun dari sana, antara lain inspirasi, motivasi, dan hikmah --meski tidak selalu langsung tertangkap dengan mudah.

Esai-esai pendek dalam buku ini merupakan salah satu upaya menemukan “mutiara” di balik gambar dan cerita.


Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 156 halaman. Kertas isi: 72 gram. Harga: Rp 75. 000.   

 

Kamis, 04 Juni 2020

Dokumentasi Jejak atau Tanda

INI semacam pendokumentasian ulang karya-karya awal kepengarangan sebagai jejak atau tanda. Karena itulah saya tidak memesan gambar baru untuk ilustrasi sampul buku. Saya pilih karya Mas Goen yang dulu menjadi ilustrasi cerita pendek “Ustad Salim Menangis”. Kenapa? Sebab sejak termuat bersama di tabloid Cempaka edisi 2018/V/2-8 Juni 1993, saya “jatuh cinta” pada gambar itu. Dan kalau boleh “agak-agak gimana gitu”, inilah salah satu cara saya mengekspresikan kekaguman dan penghormatan kepada Mas Goen, Sang Empu Kartun.

Alhamdulillah, kliping yang hampir 30 tahun tersimpan bermetamorfosis (lagi) menjadi buku. Semoga (masih) memberikan sesuatu kepada siapa saja, terutama bagi pembaca yang bahkan belum lahir atau masih kanak-kanak saat cerita-cerita ini kali pertama hadir. 

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 98 halaman. Kertas isi: 70 gr. Harga: Rp 65.000. 

Rabu, 04 Maret 2020

Cetakan Ketiga "Jalan untuk Ingat"

 SEPERTI tasbih, kitab kecil ini berisi 99 butir puisi yang terbagi menjadi tiga kombinasi kata: 33 “mau-asal”, 33 “rela-agar”, dan 33 “pasrah-karena”. Meski atau justru karena pendek-pendek, bisa menjadi semacam jalan untuk senantiasa “ingat”.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 14 x 14 cm. Tebal: 100 halaman. Harga: Rp 35.000. Cetakan Ketiga: Agustus 2019.

Rabu, 06 Februari 2019

Untuk Yang Tak Jemu Merindu


LIMA puluh puisi yang terkumpul dalam buku ini bernada dasar cinta dan rindu. Beragam cinta, beragam rindu. Persembahan istimewa untuk siapa pun yang tak jemu merindu. Terkemas sebagai buku saku hard cover, isi berhias foto dan gambar untuk "penguat kesan puitis".

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  11 x 18 cm. Tebal: 100 halaman. Hardcover. Harga : Rp 65.000. Terbit 11 Februari 2019


Senin, 15 Januari 2018

Perselingkuhan yang Tak Biasa

SEBAGAIMANA ibu dan istri yang baik, Mini sangat mencintai anak dan suami. Karena itu, ketika keadaan benar-benar mengharuskan, dia rela berkorban untuk mereka dengan bekerja di Hongkong, menjadi buruh migran, demi masa depan.
Sejak awal tentu saja Mini berniat kuat untuk pulang. Apalagi saat hari keberangkatan, susah-payah dia melepaskan diri dari kelengketan peluk-cium Imin, Muhaimin, si sulung yang baru masuk sekolah dasar dan Atik, Wardatik, si bayi dua tahun yang baru saja dia sapih.
Namun hidup selalu punya belokan yang sering tidak kelihatan di peta rencana. Satu bulan menjelang masa kerja dua tahun habis, Mini menelepon, meminta izin Kardi, suaminya, untuk memperpanjang kontrak dua tahun lagi. ”Pulanglah, Ni... Gak kangen arek-arek ta?” pinta Kardi, menyembunyikan kerinduan sendiri.
”Yo kangen se, Cak. Kangen arek-arek, kangen sampean. Kangen seru. Tapi majikanku ini baik, Cak. Marah cuma kadang-kadang. Gak seperti majikan Yuk Sema, temanku di sini, kuejem temenan. Mumpung dapat majikan baik, Cak... aku teruskan saja kontraknya. Tambah dua tahun biar tabungan kita makin banyak untuk modal usaha, biar aku gak kembali ke sini lagi.”
Mini memang tak tersandung masalah selama bekerja di Hongkong, namun begitu masa kontrak kedua habis dan pulang, dia menghadapi kenyataan tak terduga: suaminya berubah! Mini pun terjebak antara bertahan di rumah, di kampung halaman, atau balik ke negeri orang… 

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 200 halaman. Softcover. Harga : Rp 55.000 

Rabu, 11 Oktober 2017

Lebih Melekat di Benak

DUA puluh tulisan yang terkumpul dalam buku ini merupakan “sketsa keluarga”. Dengan tokoh sentral pasangan Daim dan Ninik, cerita berkisar pada kejadian dan persoalan keseharian plus bumbu
perenungan.

Ada persoalan tentang anak, teman, tetangga, sekolah, ada pula tentang pembantu rumah tangga. Hampir semua berangkat dari kejadian nyata namun terolah sedemikian rupa menjadi semacam cerita pendek, sehingga pesan dan kesan terasa lebih melekat di benak.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  13,5 x 20 cm. Tebal: 126 halaman. Harga: Rp 50. 000.

Selasa, 09 Mei 2017

Tak Boleh Menunggu di Luar

INI buku kedua “berbagi cerita berbagi hati”, setelah Mengunyah Rindu (Gramedia Pustaka Utama, 2016). Buku pertama memuat catatan harian tahun 2005–2010, sedangkan buku ini merangkum cerita-cerita tahun 2010–2014. Maka nada dasarnya pun tak berbeda: karena semua berawal dari rumah… dari keluarga.

Tentu boleh-boleh saja membaca Mengunyah Rindu tanpa membaca “Bapak Nakaaal…!”, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, sangatlah lebih afdol menikmati keduanya sebagai sebuah keutuhan: “mengunyah rindu bapak nakal” atau “bapak nakal mengunyah rindu”, beragam kisah yang bermuara pada kegembiraan, kebahagiaan, tak boleh menunggu di luar.

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  14 x 21 cm. Tebal: 376 halaman. Harga : Rp 85.000.

Sabtu, 18 Juni 2016

Mudah Dipahami

Siapa bilang menulis puisi tak bisa diajarkan? Nyatanya, dalam buku ini, Budi Maryono sangat kekurangan halaman dalam mengajarkan. Memang cara dia mengajar tidak teoretis tetapi memberikan contoh-contoh pengalaman yang menyegarkan. Praktis, simpel, dan empiris. --- Handry Tm, penyair dan novelis

Buku ini menjadi menarik, dan tentu saja juga bermakna serta berarti, terutama karena penulisnya tidak memosisikan realitas keberadaannya sebagai guru yang sedang mengajar murid. Melainkan lebih sebagai seorang temanBaik sedang, dengan rileks, mengajak kesemua kita (yang merupakan kawan-kawan baik baginya) untuk menulis puisi dengan melibatkan hati. Itulah sebab mengapa isi buku ini sungguh mudah dipahami dan menyodorkan banyak jenis keleluasaan bagi pembaca untuk mempraktikkannya. --- Timur Suprabana, penyair dan facebooker

Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran:  13 x 19 cm. Tebal: 105 halaman. Harga : Rp 35.000.

Menghadirkan SEMAR Lagi

SETELAH Siluet Bulan Luka dan Selingkuh yang merupakan cetak dan penerbitan ulang sekaligus penyegaran tampilan buku lama, kini kami hadir...