INI semacam pendokumentasian ulang karya-karya awal kepengarangan sebagai jejak
atau tanda. Karena itulah saya tidak memesan gambar baru untuk ilustrasi
sampul buku. Saya pilih karya Mas Goen yang dulu menjadi ilustrasi cerita
pendek “Ustad Salim Menangis”. Kenapa? Sebab sejak termuat bersama di tabloid Cempaka edisi 2018/V/2-8 Juni 1993,
saya “jatuh cinta” pada gambar itu. Dan kalau boleh “agak-agak gimana gitu”,
inilah salah satu cara saya mengekspresikan kekaguman dan penghormatan kepada Mas
Goen, Sang Empu Kartun.
Alhamdulillah,
kliping yang hampir 30 tahun tersimpan bermetamorfosis (lagi) menjadi buku.
Semoga (masih) memberikan sesuatu kepada siapa saja, terutama bagi pembaca
yang bahkan belum lahir atau masih kanak-kanak saat cerita-cerita ini kali
pertama hadir.
Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri. Ukuran: 13,5 x 20 cm. Tebal: 98 halaman. Kertas isi: 70 gr. Harga: Rp 65.000.
Langganan:
Postingan (Atom)
Menghadirkan SEMAR Lagi
SETELAH Siluet Bulan Luka dan Selingkuh yang merupakan cetak dan penerbitan ulang sekaligus penyegaran tampilan buku lama, kini kami hadir...
-
Lima buku cerita lucu dengan aktivitas pantun-pantunan nan seru karya Massakerah Tosin, ilustrasi top-markotop karya UD, terbitan Gramedia P...
-
"CINTA yang menunggu hanya bikin hati teriris pilu. Apalagi kalau orang yang kita cintai nggak tahu.." DALAM sebuah talk show te...
